Sabtu, 20 Oktober 2012

FAIRY TAIL: HOUOU NO MIKO


Rating : 13+
Genre : Action, Adventure, Comedy, Fantasy, Magic
Formal : Movie
Director : Masaya Fujimari
Original Creator : Hiro Mashima
Screenplay : Mashasi Sogo
Music Yasuharu Takanashi
Theme Song : ''200 miles'' by Jang Geun-Suk (OP), ''Zutto Kitto'' by Aya Hirano (ED)
Animation Production : A-1 Pictures
Premiere : August 18, 2012
Distributor : Shochiku

Setelah manganya yang diserialisasikan di Weekly Shounen Magazine meraup kesuksessan, lalu serial animenya yang telah ditayangkan sejak tiga tahun yang lalu meraih kepopuleran, kini Fairy Tail diadaptasi dalam bentuk film layar lebar yang diberi judul Fairy Tail: Houou no Miko. Pencipta manganya, Hiro Mashima turut beradaptasi secara aktif dalam proses produksi film ini. Ia menyusun perencanaan alur cerita baru, merancang karakter baru dan gambar konsepnya. Film yang dalam bahasa inggris diberi judul Fairy Tail: Priestess of the Phoenix ini disutradai oleh Masaya Fujimori (Omae Umasoudana, Nintama Rantarou Movie), dan skenarionya ditulis oleh Masashi Sogo (Fairy Tail, Bleach, Rurouni Kenshin).
Tak banyak yang diketahui tentang film ini kecuali kata kunci dari film ini, yaitu ''sihir menyebabkan kemalangan bagi banyak orang''. Film ini berkisah tentang Fairy Tail serikat penyihir yang paling terkenal di dunia, yang menjalani kehidupan sehari-harinya dengan memecahkan berbagai permintaan menggunakan sihir. Pada suatu hari, muncul sebuah perminyaan yang menyatakan bahwa pemimpin dari kelompok penjahat bernama Geese akan ditangkap. Natsu, dan teman-temannya yang mengharapkan imbalan yang besar, dengan penuh semangat berangkat menuju ke tempat yang disebutkan dalam permintaan tersebut. Namun, karena kesalahan yang dilakukan Lucy, mereka membiarkan Geese melarikan diri tepat di depan mata mereka. Karena gagal memenuhi permintaan tersebut, Lucy pun merasa tertekan karena kesalahannya sendiri. Dalam perjalanan pulang, Lucy lalu bertemu dengan seorang gadis cantik dan misterius bernama Eclair dan burung aneh bernama Momon . Eclair, yang membenci sihir, entah bagaimana kehilangan semua ingatannya, kecuali sati hal penting yaitu ia memiliki dua batu misterius bernama Hououseki (Phoenix Stones) dan harus mengirimkannya ke suatu tempat.
Batu tersebut adalah kunci misteri dalam film ini, dan rahasia tersembunyi di dalam Hououseki dapat menyebabkan runtuhnya dunia sihi. Natsu, Lucy, dan teman-temannya di Fairy Tail pun terjebak dalam intrik dan konsopirasi yang rumit.
Menurut wawancara dengan Mashima-Sensei dan sang sutradara yang dikutip dari volume 33 dari DVD khususnya, terdapat banyak karakter baru dalam Fairy Tail: Houou no Miko. Musuh utamanya adalah lelaki berambut biru bernama Dyst. Alasan mengapa Eclair sangat misterius, akan terungkap seiring dengan rahasianya. Hubungannya dengan Lucy pun akan berubah, dan menjadi sesuatu yang penting untuk alur ceritanya. Momon yang menjadi maskot dalam film ini, juga akan memainkan peran yang penting dalam paruh kedua filmnya. Sang sutradara mengatakan bahwa film ini tentang Lucy. Sedangkan Natsu dalam film ini terlihat bertarung dan mengkhawatirkan Lucy. Lalu, Gray terlihat bersama dengan Juvia dan mereka juga berjuang bersama-sama. Awalnya, perasaan Juvia bertepuk sebelah tagan terhadap Gray, tapi para penonton akan melihat persahabatan dari keduanya. Sementara itu, Erza nampak lebih serius di film ini.
Film Fairy Tail: Houou no Miko diputar pada tanggal 18 Agustus di Jepang. Penjualan tiketnya, yang dibuka sejak 14 April, disertai dengan sebuah buklet yang berjudul Fairy Tail Monvie + yang berisi manga edisi terbatas berjudul Hajimari no Asa yang ditulis Mashima-Sensei. Manga tersebut merupakan prolog dari filmnya, dan Eclair ditampilkan sebagai karakter utamanya. selain manga perpanjangan 30 halaman, buklet sepanjang total 48 halaman tersebut berisi Idea Sketch Gallery, yang diciptakan oleh Mashima-Sensei untuk film ini, dan wawancara dengan produser dan para pemerannya.
Tanggal 3 Agustus yang lalu, digelar acara prapemutaran Fairy Tail: Houou no Miko yang bertempat di Marunouchi Piccadilly di Tokyo, Jepang. Acara tersebut menampilkan para staf dan seiyuu dari film ini. Salah satu seiyuu yang hadir adalah Risa Yoshiki, yang juga merupakan Gravure Idol. Film ini menandai debutnya sebagai seiyuu, dengan perannya sebagai karakter bernama Risa. ''saya adalah penggemar berat Fairy Tail, jadi bisa bekerja bersama para seiyuu-nya adalah impian yang menjadi kenyataan bagi saya,'' ujar Risa sambil tersenyum. Selain Risa, daya tarik yang menjadi promosi film ini adalah aktor Korea, Jang Geun-suk yang menyanyikan lagu pembukanya, serta duo komedian Masuda Okada yang juga termasuk dalam jajaran seiyuu-nya

sumber : Majalah Animonstar

Tidak ada komentar:

Posting Komentar